Minggu, 15 April 2012
Maafkan Ibu
Dulu, saat & ibu mengandungmu ibu tak ingin menanti akan kehadiranmu, berkali-kali ibu mencoba menggugurkan kandungan ibu yang dihuni oleh dirimu. Namun slalu gagal tak pernah berhasil. Ibu sgt membenci kehadiranmu didalam rahim ibu. Ibu berusaha u/ menghancurkan wujudmu yg berada didalam perut seorang pelacur sekaligus juga anak tanpa ayah! Namun, segala usaha yg ibu lakukan u/ melenyapkanmu dari rahim ibu tak pernah berhasil, karna Allah selalu melindungimu bayi tak berdosa. Kehadiranmu adlh aib dikeluarga, sehingga ibu malu melahirkanmu. Dari semua yg ibu lakukan u/ membunuhmu janin yg hidup di dlm rahim ibu selalu & selalu gagal. Allah berkehendak lain, Allah memberimu kesempatan u/ hidup, hingga akhir 9 bln tiba, lahirlah dirimu, kuberi kau nama "putri jelita" tampakmu amat sgt cantik, namun kebencianku padamu tak pernah mencair, karna kelahiranmu membawa petaka dihidupku. Sampai usiamu beranjak 1 thn, balita yg berusa 12 bln adlh balita yg diidam2kan o/ stiap ibu, tapi tidak u/ku. Saat km lahir & tumbuh berkembang, berbagai ejekan & kucilan dtg padaku, karna itu kebencianku amat sgt membeku bahkan smakin keras bagai batu. Ketika km berusia 4 th aku sengaja menyekolahkanmu dgn rasa malu & tidak ikhlas, kubiarkan km menyebrang sendiri u/ menuju kesekolahmu tanpa ku perduli celaka akan dirimu, ibu yg bekerja sbgai seorang pelacur takkan mungkin mengantar anaknya kesekolah sperti layaknya ibu yg lainya. Karna ibu malu dgn ejekan org2. Lalu luluslah kau dari taman kanak2, ibu menyekolahkanmu ke jenjang SD, saat usiamu beranjak 7 thn , saat itu hari ibu tiba, sekolah putri merayakan HARI IBU sedunia, aku sengaja tdk menghadiri undangan tersebut, karna aju tdk ingin malu didepan org banyak. Tanpa sengaja ketika aku lewat sekolah anakku, aku melihat sebuah panggung kecil & disana ada anakku sdg berdiri tegak sambil meneteskan air matanya & mencari stiap kursi tamu, mungkin ia menanti ke dtganku. Aku hnya bsa melihat & menatapnya dari kejauhan, terkejutnya dia menyanyikan lagu Bunda dgn penuh penghayatan. Namun itt smua tdk jg membuatku luluh sm skali, justru kebencianku semakin membara padanya saat mlm hari tiba, aku mulai beraktivitas lg peranku sbg sorg pelacur. Ketika aku pulang kerumah, anakku terbaring lemas tampak wajah polos & lugu yg sdg tdr terlelap. Itu membuatku kesal, karna dia tdr dgn keadaan rmh yg berantakan, aku menyiramnya dgn air ke sekujur tubuhnya, ia pun trbangun dgn terkejut & tergelagap. Aku memukulinya dgn benda tumpul sehingga membuatnya memar dia hnya menangis tak berdaya u/ mengelak & melawanku, kemudian dia berkata "Ampun bu... Ampun bu... Ampun..." dgn suara yg pilu. Sesudah itu, anakku sakit bibirnyapun memucat wajahnya sayup, namun ia tetap pergi kesekolah tanpa berani pamit kepadaku. Keesoka harinya adlh hari ulang tahunku. Putri tahu akan hari itu, namun ak sm skali tdk mengharapkan dia dihari ultahku. Saat aku pulang kembali ke rmh, suasana rmh gelap mencekam, kemudian ak msk & pintu tdk terkunci amarahku memulai. Emosi menaik, ingin skali ak menganiayanya, karna pintu rmg tdk terkunci saat a menekan tombol lampu, dia memberiku surprized dgn kue bolu kecil & sbuah kado yg berisi kalung berliontin hati beserta surat yg tdk ingin ku baca. Kupanggil putri dgn nada yg marah, kemudian aku memukulinya terus menerus lg, lg & lg shingga membuanya terluka & memuntahkan darah dari mulutnya itu tak membuatku cemas, ak malah mengabaikanya, ketika ak ingin pergi meninggalkan rmh dia berkata: "apa salahku ibu? ak anak ibu" terus terucap dibibirnya, & itu mmbuatku smakin ksal ak mmasukan kepalanya kedalam bak yg brisi air penuh, hingga brteriak "Ampun bu... Ampun bu..." kemudian ku tnggalkan dia pergi. Esok paginya, saat ak kmbli lg krumah tepatnya pkl. 07.00 pagi, tiba2 ak dikejutkan o/ bendera kuning yg terpasang dirumahku. Ak berlari dgn penasaran, saat ak msk & mmbuka kain putih trnyata yg mninggal itu putriku. Dgn pnuh luka memah disekujur tubuhnya yg tak bernxawa. Aku tak kuat lg rasa luluh itu mulai dtg. Aku hanya mnangis smbil memeluk jasad putri, dgn penuh PNYESALAN. Saat jenazah putri dikebumikan, ak hnya menangis & brteriak histeris, gadis kecil yg ku siksa stiap hari trnyata pergi u/ slama2nya.
Disitu ak hnya MENYESAL, MENYESAL & MENYESAL. Menangislah ak smbil bersandar dipapan nisan putriku. Tak ada satupun kata yg terucap dibibirku hnya air mata yg berlinan deras dipipiku. Ada seorang tetanggaku yg menghampiriku dia menceritakan perjuangan & pengorbanan putri kemarin u/ memberi surprized padaku dia berkata : "kemarin anakmu memaksaku u/ bekerja kepadaku. Dengan alasan (tolong ya bu, aku ingin... Skali membeli kalung hati & kue bolu u/ ultah ibuku, ak ingin membelinya dgn hasil jerih payahku sendiri. Tolong ya bu... Aku mohon) aku hanya menjawabnya (tapi km masi terlaku kecil nak) anakmu tak kunjung menyerah u/ membujukku. Dgn rasa iba ak mengiyakanya. Aku melihat kesungguhan anakmu, betapa syg & cintanya dia kepdamu, meskipun km tak suka padanya. Sudahlah jgn kau tangisi itu malah membuatnya terpukul dialam sana" . Aku hanya terdiam & tercengang stlah mendengar smua cerita tetanggaku, aku tak kuat u/ menahan air mataku. Aku merasa bodoh, tolol akan smua perbuatanku pada putri kecilku. Penyesalanku takkan berakhir seumur hidupku karna menganiaya gadis kecil tak berdosa yg mncintaiku dgn stulus hatinya & mnyayangiku smpai ia meninggalkanku. Dia pergi u/ slamanya, saat ku berjalan kmbali ke rumah ak melihat spucuk surat yg bgitu cantik disamping kue bolu & kalung berliontin hati. Tak sabar ku buka & kubaca surat terakhir anaku yg berisi : "selamat ulang tahun ibu, kasihku slalu menyestaimu hingga aku dipanggil Allah nanti, aku syg ibu, aku cinta ibu slamanya, simpan suratku yaa bu... Maafkan ak bila slama ini sering membuatmu kesal & marah, jgn lupa pakailah kalung hati dariku, itu adalah wujud kalau aku slalu ada didalam hati ibu. Maaf yaa bu kalau pilihanku jelek & nora. Tapi aku tulus ko bu..
Cinta kasih
putri jelita anakmu
i love you
ibu...
Aku smakin histeris dgn smua itu, tulisan disurat anaku begitu indah, padahal slama ini ak tdk prnah mengajarinya baca tulis. MAAFKAN IBU nak.. MAAFKAN IBU.. MAAFKAN IBU.. Ya Allah aku ibu paling berdosa. Wanita paling jalang yg egois seperti aku. Ku panjatkan terima kasih padamu karna tlah menciptakan putri yg begitu syg demi aku. MAAFKAN IBU nak MAAFKAN IBU terus terucap dibibir seorang pelacur jahat yg penuh kebodohan seperti aku. MAAFKAN IBU nak.. MAAFKAN IBU...
THE END
Created by :
dini :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar