Senin, 16 April 2012

Perfect Action

Pramudina AN

all about me sorry won't 'eksis' just to introducing only *lol

hello ppl, maaf ya bukan mau sok ngartes eksis atau narsis atau gimana atau semacamnyalah yaaaa cuma mau sekedar ngasih tau aja, kalo gamau tau juga gpp *ngenes* kenalin beroooh nama gue Fakhrunisa Dini, biasa dipanggil Dini, Dinoy, Dindi, Dinul, Fakhru. banyakan nma panggilan gue hahaha. gue anak sulung dari 2 bersaudara, usia gue sekarang 15th, mau beranjak 16th tp nanti ya bulan september hehe gue kelas X AP 1 di SMK WIRA BUANA. gue anak perempuan yang bisa dibilang sih terbalik sm ade gue. ade gue yang cowo laganya cewe banget, tp kalo gue cowo banget (kata orang-orang) tp menurut gue itu biasa aja, lo semua aja yang leba ngahahah *ups! cita-cita gue dari kecil gatau kenapa hobi banget sm yang namanya nyanyi, entahlah mungkin itu anugerah dari Allah *asikk. banyak orang yang nyuruh gue untuk ikut kontestan ini itu, tp ya percumalah kalo orang tua gue rada ga sedikit ngizinin gue buat ikut kontes2 yang begituan, tp uaudahlah nvrmnd mhuehehe. gue orangnya asik, lucu, gokil, pemalesnya naudzubillah, telminya kebangetan, gue bisa dibilang cukup friendlylah tp judes juga sm orang yang sok kenal sm gue. gue welcome dan care sm semua orang gatau kenapa bisa punya sifat kaya gitu buahaha. gue hobi banget sm yang namanya nyanyi. gaboleh ada tempat sepi sedikit pasti nyanyi bahkan sampe kamar mandi dirumah gue pun udah jadi tempat konser keramat gue setiap hari. gue juga hobi banget sm yang namanya nulis novel, puisi (tapi bacanya gabegitu suka), pokoknya apa aja deh yang penting gue gaboleh liat kertas atau lapotop nganggur pasti disitu gue tulis, entah itu curhatan, cerita pendek atau apa deh. novel2 yang udah gue buatpun gatau ada berapa, sampe males ngitunginnya (wooo lebay). jujur gue bukan anak dari keluarga berada, gue lahir dari keluarga yang amat sgt sederhana. jadi ya so what gitu ya bersyukur juga sih gue jadi kesombongan ga hinggap dihati gue (prok prok prok) waktu gue kecil gue bukan anak mamah yang selalu dianter sana sini, gue TK hidup sm gue, karna kedua orang tua gue sibuk kerja. kadang suka iri sih, liat temen2 gue kalo lagi jam istirahat pada disuapin makan sm mamahnya, sedangkan gue kadang sm nenek gue, kadang kalo nenek gue lg ga nungguin gue sampe pulang ya terpaksa gue makan sendiri kasiah yaaa huhu :')oiya ngomongin soal idola nih, gue ngefans banget sm Mariah Carey dia itu bagai inspirasi buat gue, kalian pasti taukan, suaranya Mariah Carey itu kalo nyanyi pasti bikin ngewaw haha :D gue juga suka sm penyayi pendatang baru asal inggris, siapa? yaps! Adele she is very awesome ;) gue suka jua tuh sm bisma sm*sh selaen jago dance gayanya itu loh yang bikin gue cenat cenut *ea! gue kalo ngefans sm artis bukan tampang yang gue liat, tp bakat dan performancenya yang gue liat ;) hmm iya, bicara soal orang special nih, orang2 yang paling special didup gue pertama nyokap, bokap, nenek dan kakek gue. dan selebihnya, saudara dan sahabat2 gue, dan sm yang disana itu loooh *pipi merah* oke guys sampe disini aja kali ya, buat apalah banyak2? toh gue bukan artis gue cuma orang biasa yang bercita-cita jadi artis *nahloh? oke bye..... terimakasih :)
kebersamaan gue gaakan terbayar oleh apapun kalo lagi smsm mereka, mereka selalu paling bisa bikin gue ketawa lepas, mereka yang paling terlihat kalo gue temen yang dibutuhin mereka, ga akaya yang lain. mereka selalu bisa bantu gue disaat gue susah, entahlah susah karena apa. yang jelas paling sering disaat guelagi krisis mani (money) wkwkw. gue sayang sm mereka, gue gatau apa jadinya kalo ga ada mereka saat gue kesulitan hal. jujur gue akuin, salah satu dr mereka emg susah kalo ditanya soal pelajaran, tp itu semua bukan penghalang buat gue untuk selalu bertemen sm mereka. terima kasih atas bantuan yang lo semua selalu kasih buat gue. love you fellas~

Minggu, 15 April 2012

I like the trees themselves and never will be transformed dyad

ya Allah I know this life was not always like what I expected, but I hope will always be my day mebuat one of the best days of my life. ya Allah please give me strength, keep me from feeling resentment, and I always draw near to you. only god can I call your name setap I like this. no human being can understand the state of my feelings. have many tears to witness the story of my life.

ya Allah made ​​me Your sun flower

sunflower, yes. That designation is the most I like. I do not know what the reason akumenyukai called sunflower, because I think the sunflower is a person who is always faithful to await the dawn light, he is always strong to stand heed blossomed gardens, for the sake of waiting for the sun to warm the torso I wish I could be figure, so I can still look strong and brave for the sake of the coming spring up in me and my happiness

Ku Serahkan Buah Hatiku Untukmu

Kuserahkan buah hatiku untukmu sahabatku Kisah dua orang sahabat yang terjalin sejak mereka kecil hingga dewasa seperti ini, persahabatan itu takkan ada seorangpun yang mampu untuk memisahkan mereka mereka adalah Rani & Jesi . Jesi adalah sesosok wanita yang royal, berkepribadian baik, sopan & bersahaja . Sedangkan Rani hanya perempuan biasa yang tidak memiliki apapun dari segi materi, ia hanya punya sebuah hati & ketulusan didalam dirinya . Rani & Jesi pun menikah dengan lelaki pilihan mereka masing2 . Setelah pernikahan mereka berdua Jesi pun dituntut oleh ibu mertuanya bahwa ia harus melahirkan seorang bayi perempuan, sayangnya apa daya ia adalah seorang mantan penderita kanker rahim sehingga kanker pada rahimnya harus diangkat bersama rahimnya tersebut dan tidak bisa hamil, itu telah menjadi penghalang besar atas keinginan ibu mertuanya . Ia hanya bisa pasrah atas itu semua untungnya ia memiliki seorang suami yang mau menikahi seorang wanita yang tidak punya rahim juga sahabat terbaiknya Rani . Rani yang bahagia dengan suaminya karna ia hamil dikaruniai seorang jabang bayi yang akan tumbuh dalam rahimnya . Namun sayangnya sahabatnya Jesi tidak mengalami hal yang sama seperti yang ia alami saat ini . Ketika usia kandungan Rani beranjak ke-7 bulan . Jesi pun datang padanya dan berkata "aku mohon saat bayimu lahir nanti berikanlah kepadaku toloong aku tidak ingin mengecewakan ibu mertuaku" pintanya dengan sangat . Rani pun terkejut atas permohonan Jesi, ia meminta izin kepada suaminya agar bayinya diberikan kepada sahabatnya, sambil mengelus perutnya ia berkata "iyah akan ku berikan bayiku untukmu" tuturnya dengan lembut . Jesipun bahagia atas perkataan Rani . Kemudian bulan ke-9 yang dinanti nantipun tiba bayi Rani lahir dengan sehat dan itu adalah bayi perempuan yang sangat cantik yang diberi nama "JE(sira)NI JEIRANI" nama bayi tersebut diambil dari singkatan nama mereka berdua, ketika Rani menggendong bayi tersebut ia berkata "KU SERAHKAN BUAH HATIKU UNTUKMU SAHABATKU" tuturnya dengan penuh ketulusan . Rani pun meminta Jesi agar putrinya tidak boleh mengetahui siapa dia, yang ia mau peri kecilnya hanya menganggap Jesilah ibu kandungnya . Jesi & suaminya pun sangat senang tapi tidak bagi suami Rani yang mengidam idamkan bayi tersebut . Namun disuatu sisi suami Rani pun berkata "kenapa kau berikan putri pertama kita untuk Jesi dan suaminya?" tuturnya dengan kasar Rani hanya menjawab dengan lembut "untuk apa kita bahagia diatas kesedihan sahabat kita sendiri?" "tetapi tidak harus mengorbankan putri kecilku juga kan?" jawabnya, kemudian Rani menjawab lagi dengan sabar "iya memang, tetapi apalah arti sebuah keharmonisan jika ada orang yang menangis dan lebih membutuhkan kebahagian kita" suami Ranipun terdiam tanpa sepatah katapun hingga akhirnya dia menyadari kalau Jesi memang tidak punya lagi kesempatan untuk hamil, sedangkan Rani masih bisa . Rani yg rela berkorban demi sahabatnya Jesi . 1thn sudah Jeni tumbuh cantik berkembang dengan sempurna & Rani hanya bisa memandangnya dari kejauhan tanpa menyentuh apa lagi mencium wangi tubuhnya yang suci tak berdosa . The End ~ dini :)

Maafkan Ibu

Dulu, saat & ibu mengandungmu ibu tak ingin menanti akan kehadiranmu, berkali-kali ibu mencoba menggugurkan kandungan ibu yang dihuni oleh dirimu. Namun slalu gagal tak pernah berhasil. Ibu sgt membenci kehadiranmu didalam rahim ibu. Ibu berusaha u/ menghancurkan wujudmu yg berada didalam perut seorang pelacur sekaligus juga anak tanpa ayah! Namun, segala usaha yg ibu lakukan u/ melenyapkanmu dari rahim ibu tak pernah berhasil, karna Allah selalu melindungimu bayi tak berdosa. Kehadiranmu adlh aib dikeluarga, sehingga ibu malu melahirkanmu. Dari semua yg ibu lakukan u/ membunuhmu janin yg hidup di dlm rahim ibu selalu & selalu gagal. Allah berkehendak lain, Allah memberimu kesempatan u/ hidup, hingga akhir 9 bln tiba, lahirlah dirimu, kuberi kau nama "putri jelita" tampakmu amat sgt cantik, namun kebencianku padamu tak pernah mencair, karna kelahiranmu membawa petaka dihidupku. Sampai usiamu beranjak 1 thn, balita yg berusa 12 bln adlh balita yg diidam2kan o/ stiap ibu, tapi tidak u/ku. Saat km lahir & tumbuh berkembang, berbagai ejekan & kucilan dtg padaku, karna itu kebencianku amat sgt membeku bahkan smakin keras bagai batu. Ketika km berusia 4 th aku sengaja menyekolahkanmu dgn rasa malu & tidak ikhlas, kubiarkan km menyebrang sendiri u/ menuju kesekolahmu tanpa ku perduli celaka akan dirimu, ibu yg bekerja sbgai seorang pelacur takkan mungkin mengantar anaknya kesekolah sperti layaknya ibu yg lainya. Karna ibu malu dgn ejekan org2. Lalu luluslah kau dari taman kanak2, ibu menyekolahkanmu ke jenjang SD, saat usiamu beranjak 7 thn , saat itu hari ibu tiba, sekolah putri merayakan HARI IBU sedunia, aku sengaja tdk menghadiri undangan tersebut, karna aju tdk ingin malu didepan org banyak. Tanpa sengaja ketika aku lewat sekolah anakku, aku melihat sebuah panggung kecil & disana ada anakku sdg berdiri tegak sambil meneteskan air matanya & mencari stiap kursi tamu, mungkin ia menanti ke dtganku. Aku hnya bsa melihat & menatapnya dari kejauhan, terkejutnya dia menyanyikan lagu Bunda dgn penuh penghayatan. Namun itt smua tdk jg membuatku luluh sm skali, justru kebencianku semakin membara padanya saat mlm hari tiba, aku mulai beraktivitas lg peranku sbg sorg pelacur. Ketika aku pulang kerumah, anakku terbaring lemas tampak wajah polos & lugu yg sdg tdr terlelap. Itu membuatku kesal, karna dia tdr dgn keadaan rmh yg berantakan, aku menyiramnya dgn air ke sekujur tubuhnya, ia pun trbangun dgn terkejut & tergelagap. Aku memukulinya dgn benda tumpul sehingga membuatnya memar dia hnya menangis tak berdaya u/ mengelak & melawanku, kemudian dia berkata "Ampun bu... Ampun bu... Ampun..." dgn suara yg pilu. Sesudah itu, anakku sakit bibirnyapun memucat wajahnya sayup, namun ia tetap pergi kesekolah tanpa berani pamit kepadaku. Keesoka harinya adlh hari ulang tahunku. Putri tahu akan hari itu, namun ak sm skali tdk mengharapkan dia dihari ultahku. Saat aku pulang kembali ke rmh, suasana rmh gelap mencekam, kemudian ak msk & pintu tdk terkunci amarahku memulai. Emosi menaik, ingin skali ak menganiayanya, karna pintu rmg tdk terkunci saat a menekan tombol lampu, dia memberiku surprized dgn kue bolu kecil & sbuah kado yg berisi kalung berliontin hati beserta surat yg tdk ingin ku baca. Kupanggil putri dgn nada yg marah, kemudian aku memukulinya terus menerus lg, lg & lg shingga membuanya terluka & memuntahkan darah dari mulutnya itu tak membuatku cemas, ak malah mengabaikanya, ketika ak ingin pergi meninggalkan rmh dia berkata: "apa salahku ibu? ak anak ibu" terus terucap dibibirnya, & itu mmbuatku smakin ksal ak mmasukan kepalanya kedalam bak yg brisi air penuh, hingga brteriak "Ampun bu... Ampun bu..." kemudian ku tnggalkan dia pergi. Esok paginya, saat ak kmbli lg krumah tepatnya pkl. 07.00 pagi, tiba2 ak dikejutkan o/ bendera kuning yg terpasang dirumahku. Ak berlari dgn penasaran, saat ak msk & mmbuka kain putih trnyata yg mninggal itu putriku. Dgn pnuh luka memah disekujur tubuhnya yg tak bernxawa. Aku tak kuat lg rasa luluh itu mulai dtg. Aku hanya mnangis smbil memeluk jasad putri, dgn penuh PNYESALAN. Saat jenazah putri dikebumikan, ak hnya menangis & brteriak histeris, gadis kecil yg ku siksa stiap hari trnyata pergi u/ slama2nya. Disitu ak hnya MENYESAL, MENYESAL & MENYESAL. Menangislah ak smbil bersandar dipapan nisan putriku. Tak ada satupun kata yg terucap dibibirku hnya air mata yg berlinan deras dipipiku. Ada seorang tetanggaku yg menghampiriku dia menceritakan perjuangan & pengorbanan putri kemarin u/ memberi surprized padaku dia berkata : "kemarin anakmu memaksaku u/ bekerja kepadaku. Dengan alasan (tolong ya bu, aku ingin... Skali membeli kalung hati & kue bolu u/ ultah ibuku, ak ingin membelinya dgn hasil jerih payahku sendiri. Tolong ya bu... Aku mohon) aku hanya menjawabnya (tapi km masi terlaku kecil nak) anakmu tak kunjung menyerah u/ membujukku. Dgn rasa iba ak mengiyakanya. Aku melihat kesungguhan anakmu, betapa syg & cintanya dia kepdamu, meskipun km tak suka padanya. Sudahlah jgn kau tangisi itu malah membuatnya terpukul dialam sana" . Aku hanya terdiam & tercengang stlah mendengar smua cerita tetanggaku, aku tak kuat u/ menahan air mataku. Aku merasa bodoh, tolol akan smua perbuatanku pada putri kecilku. Penyesalanku takkan berakhir seumur hidupku karna menganiaya gadis kecil tak berdosa yg mncintaiku dgn stulus hatinya & mnyayangiku smpai ia meninggalkanku. Dia pergi u/ slamanya, saat ku berjalan kmbali ke rumah ak melihat spucuk surat yg bgitu cantik disamping kue bolu & kalung berliontin hati. Tak sabar ku buka & kubaca surat terakhir anaku yg berisi : "selamat ulang tahun ibu, kasihku slalu menyestaimu hingga aku dipanggil Allah nanti, aku syg ibu, aku cinta ibu slamanya, simpan suratku yaa bu... Maafkan ak bila slama ini sering membuatmu kesal & marah, jgn lupa pakailah kalung hati dariku, itu adalah wujud kalau aku slalu ada didalam hati ibu. Maaf yaa bu kalau pilihanku jelek & nora. Tapi aku tulus ko bu.. Cinta kasih putri jelita anakmu i love you ibu... Aku smakin histeris dgn smua itu, tulisan disurat anaku begitu indah, padahal slama ini ak tdk prnah mengajarinya baca tulis. MAAFKAN IBU nak.. MAAFKAN IBU.. MAAFKAN IBU.. Ya Allah aku ibu paling berdosa. Wanita paling jalang yg egois seperti aku. Ku panjatkan terima kasih padamu karna tlah menciptakan putri yg begitu syg demi aku. MAAFKAN IBU nak MAAFKAN IBU terus terucap dibibir seorang pelacur jahat yg penuh kebodohan seperti aku. MAAFKAN IBU nak.. MAAFKAN IBU... THE END Created by : dini :)

I am me.

Dear... aku disini bukan siapa-siapa aku disini bukan apa-apa aku disini hanya seseorang yang terdiam merenungi malam yang penuh bintang dan aku berharap bintang yang bersinar paling terang itu adalah kamu yang aku rindukan selama ini salam: Fd~

maaf ya :')

maaf ya kalo selama ini gue belum bisa jadi yang terbaik untuk semuanya, sekarang intinya, biarpun gue jauh banget dari kata sempurna tapi asal lo tau kalo gue begini masih dalam proses pembelajaran demi jadi yang terbaik dimata kalian. gue harap kalian ngerti. insya Allah gue ga akan ada rasa dendam, biarpun perlakuan sampe kaya gimanapun ke gue, gue tetep sayang sm kalian, karna kalian tetp bagian dari hidup gue. bukan gue sok tegar, tapi nyatanya mungkin begini lebih baik . terima kasih atas semua yang kalian berikan buat gue. gue emang belum bisa bales satupun kebaikan kalian, tapi nanti percayalah, semua akan indah pada waktunya. Fd~

bersyukur, karna yang mereka tau, hanya senyum gue, bukan tangis gue

mereka gatau kalo ge disini kaya gimana? mereka gatau kalo perasaan gue saat ini kaya apa? dan mereka juga gatau gimana keadaan gue yang sebenernya tuh seperti apa? jujur gue benci dengan semua keadaan ini! gue gatau harus marah sm siapa? dan mau nyalahin siapa? gue bener2 gangerti. kadang gue berfikir, kenapa ada seorangpun yang ngerti perasaan gue? selalu gue yang ngertiin mereka. mereka itu egois! mereka cuma mikirin perasaan mereka sendiri, gue kaya manusia yang ga dianggap ada! dan gue. gue merasa jadi manusia yang gapenting dan gaberguna buat mereka. mereka ga butuh gue! jujur ya, gue kangeeeeen banget masa kecil gue, ya biarpun sm nyakitinnya tp seengganya ga seberat ini :'( ya Allah apakah Engkau begitu yakin padaku kalau aku kuat, sehingga aku harus diberi cobaan seberat ini???? Fd~

Confusion Cause Of You, and It's My Diary on Twitter

it's REAL! Semua Ini Disaksikan Oleh 1266 Orang Di Timeline :D Dinidindi @ DM Unfav RT I would feel so proud if i was as strong as sunflower that await the dawn light comes 10:42 via UberSocial Mobile Dinidindi @ DM Unfav RT I salute to the sunflower, because she was always strongly stood waitng for the dawn~ 10:35 via UberSocial Mobile Dinidindi @ DM Unfav RT I want to be like sunflowers that are always faithful await the dawn light - Fd~ 10:30 via UberSocial Mobile Friday 30th March 2012 Dinidindi @ DM Unfav RT Dan kalau dia ga bisa jadi bunga matahari buat kamu, pasti ada bunga matahari yang lain - moses [Like it? http://t.co/JKb4NQhE ] 09:15 via Like My Tweets Thursday 22nd March 2012 Dinidindi @ DM Unfav RT Because you were too busy with your business, so I death you do not know and did not even realize 06:52 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT I always hoped that one day my life is you're the leader, but that hope was gone immediately because you have been with her 06:40 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT sorry, if I have a beautiful smile to hide before you☹ 06:38 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT I want to hear the sentence of my life that came out of your mouth is. I am proud to have yourself a powerful figure and tough☺ 06:35 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Allah only knows how fragile the heart and this feeling☺ 06:32 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Thank you, because you yourself have taught me maturity. thank you so much you have given me a myriad of injuries to make this inner cry. 06:26 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT I hope you can look handsome and dignified when you take it in front of me my parents. that they approve of our relationship. Amin♥ 06:21 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT I love you not because of anything special, but because I trust and believe God has united us to the end of time☺ 06:17 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT One can not be two, but the two could be one. I expected it from you, I hope your love one just for me, not the other woman :'''''''' 06:14 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Maybe now I can still watch and warn, but later when I've closed my eyes, do you regret, because I never regret to choose you♥ 06:12 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Good luck. yes, that's what I do not have, happiness. yes, that's not like I felt from you at this time☹ 06:09 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT honestly I'm envious of other couples who happy, when I could be like that with you? 06:08 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT If she's better of me, then happied before her as a joy despite the fact you now differen :') 06:06 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Sorry if I prefer to hide behind my smile is so perfect was false☺ 06:04 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT You never know how it hurt my heart when I heard you'd been with him and betray the heart of this innocent☹ 06:02 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT I feel free when I drop these tears before you, because I know you have turned away from me for it 06:00 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Ya Allah give me strength to face the evil power ranger like him☹ 05:57 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT  I need you to first figure, and provided you know I'm more comfortable with you that first. INSTEAD YOU ARE NOW!!! 05:56 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Can one second you realize how perfect sense to you my love, dear? 05:54 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT I was not as perfect as she is, I'm not as pretty as her, but I have great affection to you than she 05:52 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT You like a naughty child, who violate the rules of his mother, yes, just like you violate promises to me☹ 05:49 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT sorry, my life not just for crying you, also not to have waited, I live to be happy with you 05:48 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT honestly, I really miss you who used to be, you who care, who care about you, and ye who know. instead you are now, you are cool! 05:46 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT I believe Allah is planning the best thing for me, and I understand why it is not you, because you are not the best for me 05:42 via UberSocial for BlackBerry retweeted 1 time Dinidindi @ DM Unfav RT YOU! like a dagger piercing fuel this feeling until it bled. Oh damn! 05:40 via UberSocial for BlackBerry Dinidindi @ DM Unfav RT Sometimes demons can masquerade as an angel 05:33 via UberSocial for BlackBerry Sunday 19th February 2012 Dinidindi @ DM Unfav RT Izinkan aku merasa, rasa itu pernah ada - Lala Karmela 15:57 via BlackBird Social

Tolong Jaga Dia Baik-Baik by Fakhrunisa Dini

Novel yang berawal dari tangan iseng saya, yang hobi nulis apapun di atas keyboard atau diatas kertas :) Selamat Membaca Semoga Terhibur Judul: Tolong Jaga Dia Baik-Baik Awalnya, ketika aku sedang berdiri disebuah halte bus ada seseorang yang mengajakku berkenalan, sosoknya sangat tampan dan berwibawa, namun sayang rasanya keadaanlah yang mebedakan aku dengannya. Ia bernama Doni, dari mereka orang-orang yang mnegenal Doni, kabarnya ia memang suka dan telah mengincarku sejak lama. “hey” sapa Doni “iya? Aku?’ jawab aku dengan tampang yang sok jual mahal “iya kamu yang disitu, nama kamu siapa?” tanya Doni dengan lembut. Tiba-tiba bus yang akan ku tumpangi datang. Tak sempat aku berkenalan denganya aku segera bergegas meninggalkannya. Tiba-tiba tanpa aku sadari surat yang ku buat dan akan ku kirim untuk sahabat ku di Bandung hilang. Mungkin tanpa tersadar jatuh karna terburu-buru pada saat mengejar bus tadi. Doni yang sedang merasa bingung karna suratku telah terbawa olehnya. “inikan surat si cewek tadi” kata Doni dalam hati. ***keesokkan harinya…. Aku bertemu lagi dengan Doni, ia masih tetap berusaha ingin tahu siapa namaku, saat aku duduk dihalte bus yang sama tiba-tiba Donipun datang menghampiriku lagi “hey” sapa Doni “iyah?’’ jawab aku ‘‘kemaren aku ga sengaja nemuin surat ini, apa ini surat kamu?” tanya Doni “iya makasih ya” jawab aku. “eits… tapi ga segampang ini kamu bisa dapet surat kamu balik” kata Doni “loh koq? Kenapa? Inikan punya aku?” jawab aku dengan perasaan sedikit ilfeel. “aku bisa kasih surat kamu balik, asal kamu kasih tau siapa nama kamu” kata Doni sambil senyum. “oke, aku Nindy” jawab aku dengan perasaan yang sedikit kesal. “oh jadi nama kamu Nindy… kamu tinggal dimana?” tanya Doni “aduuuuh… udah deh! Tadikan janjinya cuma ngasih tau nama doang. Yauda mana sinih kembaliin surat aku!” kata aku dengan marah. Tiba-tiba bus yang akan ditumpangi aku datang lagi sama hal seperti kemarin Doni yang berusaha ingin tahu siapa aku lebih jauh belum sempat karna tersusul oleh bus yang akan ku tumpangi. Tanpa sempat basa-basi Nindy segera naik ke bus tersebut. Ia terlupa bahwa suratnya masih ada ditangan Doni. “yaampun! suratnya kan masih ada sama si cowok rese itu” kataku dalam hati. Malam hari pun tiba. Doni yang sedang ada dikamar sedang melamun sambil senyam-senyum sendiri memikirkan Nindy. Begitu pula denganku justru sebaliknya dengan perasaan kesal ia membayangkan wajah Doni yang menjengkelkan, Nindy kesalkarna suratnya masih ada ditangan Doni. “Tuhaaaan kalau aja ada dia disini, ingin rasanya aku meyiram dia dengan air got!!!” kataku dalam hati sambil meremas-remas guling yang ada ditangannya. “Tuhaaan andai saja dia jodohkuuuu” kata Doni sambil senyum layaknya orang jatuh cinta. Hari makin hari mulai menyatukan ku dengan Doni. Mungkin karna aku yang mulai luluh atas setiap usaha yang ia lakukan demi ingin tahun siapa aku. Dengan singkatnya tanpa fikir panjang aku menerima Doni sebagai pacarku. Karna aku yakin Doni adalah sosok lelaki yang baik yang setia dan bisa mnegerti kondisku, karna aku bukan gadis kaya yang berkilauan yang dihiasi oleh bajubagus dan perhiasan, aku hanya seorang gadis pengantar kue dari toko ke toko dari pabrik ke pabrik. Semakin hari Doni semakin perhatian padaku sampai ia ingin sekali memberikan aku sebuah toko kue supaya aku tidak terlalu capek bekerja, tapi tawaran itu aku tolak. Karna aku tidak mau dipandang sebagai cewek matre. Esoknya saat aku liburdari pekerjaanku, tiba-tiba Doni mengajakku ke sebuah taman yang begitu indah entah apa nama tempatnya, bagiku itu surga cinta, disamping taman itu indah, disamping itu juga ada Doni yang menemaniku. Namu tak sengaja saat aku dan Doni sedang berfoto bersama tiba-tiba setetes darah keluar dari hidungku dan kepalaku terasa sangat pusing. Akhirnya aku pun jatuh pungsan. Dengan khawatirnya Doni segera membawaku ke Rumah Sakit terdekat. Setalah satu jam aku di UGD, aku pun keluar dengan menggunakan kursi roda. Aku pun duduk terdiam sambil menatap taman bunga yang ada di Rumah Sakit tersebut. Sambil berkata “Oh Tuhan… sakit apa aku?” tanya aku dalam hati. Kemudian tak lamapun Doni menghampiriku. “kamu udah gapapa?” tanya Doni “aku udah gapapa koq” jawab aku dengan senyuman pucat dibibirku. “ayo kita pulang” kata Doni sambil mebawa sebuah bon RS. “Doni aku sakit apa? Itu apa don?” tanya aku dengan lemas “dokter masih periksa keadaan kamu, mungkin 2 hari kedapan kita bari bisa ambil tes pemeriksaanya, oh ini bon RS” jawab Doni “ohhh coba aku liat. Yaampunnn mahal banget Don, uang dari mana aku bayar biaya ini?” kata aku dengan shocked karna biaya RS yang cukup mahal. “udah kamu tenang aja, kan ada aku” kata Doni sambil senyum. *****Sesampainya aku dirumah dengan diantar Doni, aku pun terbaring lemas dikasur. Doni begitu setia kepadaku sampai ia menjagaku dengan penuh kasih sayang, namun saat itu ada yang merusak kebahagianku dengan Doni ia adalah sahabatku sendiri, sahabatku Nia diam-diam menyukai kekasihku Doni. Diam-diam ia mencuri nomor ponsel Doni dari kontak handphoneku. Malamnya, Donipun pulang itu pun aku yang menyuruhnya karna aku tidak mau Doni dimarahi orangtuanya hanya untuk menjagaku. Pagipun tiba, keadaanku belum begitu pulih namun harus ku paksakan untuk bekerja. Tiba-tiba Donipun datang menjemputku dengan memakai mobil. “Doni” kataku. Tin…tin….!!! “ayo sini naik” kata Doni dengan wajah yang ceria “Doni kamu mau kemana?” Tanya aku “aku mau nganterin kamu ke tempat kerjalah! Kan aku mau jagain kamu” kata Doni “tapi ga harus pake mobil juga kan?” jawab aku “udah ayoook! Nanti kamu telat lhoooo!!!” kata Doni. Tanpa sepengetahuanku tiba-tiba Nia mengirim pesan pada Doni. “SMS dari siapa?” tanya aku “ah engga” jawab Doni. Aku mulai curiga dengan gerak-gerik Doni kalau itu SMS dari Nia. Tanpa banyak bicara aku hanya diam. Sesampainya ditempat kerja, tiba-tiba darahku menetes kembali yang keluar dari hidungku. Tak sengaja rekan kerjaku Rio melihatku yang berusaha membersihkan darah angada dihidungku “Nin, lo kenapa?” tanya Rio dengan heran “gue gapapa koq” jawab aku dengan tampang polos “lo yakin?” tanya Rio “iya, udah ah bawel deh lo” jawab aku dengan merasa tampang sok kuat. Padahal saat itu aku dalam keadaan pusing dengan pandangan yang tidak jelas “yee engga kalo misalnya lo sakit lo bisa izin koq. Mumpung bos lagi ga ada, nanti gue yang gantiin deh kerjaan lo” kata Rio dengan rasa solideritasnya. “engga koq yo gue biasa aja kali. Ini udah biasa koq. Gue sehat-sehat aja juga. Makasih deh” jawab aku. “yaudah” jawab Rio aku kembali ke pekerjaanku. Senjapun tiba, sengaja aku tak langsung pulang ke rumah, aku mampir ke taman dimana aku dengan Doni bersenang-senang waktu itu. Aku pun termenung sambil menatap danau sekiranya apa penyakit yang ada dalam tubuhku? “oh Tuhan inikah takdirku?” tanya aku dalam hati. Awan pun mulai gelap, malam pun datang, aku kembali ke rumah dengan tampang lesu, tanpa bicara apapun, aku langsung ketuk pintu tok…tok…tok… setelah beberapa menit tidak kunjung jua Nia mebukakan pintu untukku. Hingga akhirnya aku masuk lewat pintu belakang. Setibanya dikamar aku tidak langsung tidur, karn aku heran sampai jam segini Doni belum kasih kabar kepadaku, namun semua itu ku tanggapi dengan santai, ku fikir mungkin Doni sibuk dengan pekerjaan yang lain. Tak lama, tiba-tiba Nia datang mengahmpiri aku yang sedang terbaring lemas “Nin…” kata Nia “iya.. masuk” jawab aku. “Nin, cowok yang kemaren dateng itu cowok lo ya?” tanya Nia dengan malu-malu “iya, kenapa?” jawab aku dengan herannya ada apa Nia menanyakan Doni? “gapapa, ganteng juga keliatannya dia tajir ya nin? Buktinya tadi pagi dia jemput lo pake mobil”kata Nia dengan tertawa kecil “gue juga ga tau Ni, udah yah gue capek banget, gue mau tidur dulu” jawab aku dengan lemas ‘’oh yaudah” jawab Nia. ***keesokkan harinya pagi pun tiba, pagi itu adalah pagi yang kelam untukku, karna mataku begitu berat kepalaku terasa pening yang sangat sangat membuat tubuhku lemas, entah apa lagi atau siapa aku, darah trus bercucuran dari hidungku, tak tahu apa lagi yang harus ku lakukan, karna dikamar aku hanya sendiri Nia pun sedang tidak ada. Ingin rasanya aku menelpon Doni tapi, rasanya aku sudah teralu banyak menyusahkan dia. Akhirnya aku pergi ke RS sendiri, sesampainya di RS aku bertanya pada dokter “aku sakit apa dok?” tanya aku dengan lembut “dari hasil pemeriksaan kemarin, kamu mengidap kanker otak dan ini sudah bahaya karna sudah mencapai Stadium 4, saya harap kamu bisa menerima musibah ini dengan tabah” kata Dokter dengan berwibawanya dia memberi tahuku. Tanpa banyak bicara aku hanya mengucapkan terima kasih pada Dokter itu “oh terima kasih dok, iyaaa mari Dok” kata aku dengan takkuasanya menahan air mata dipipiku. Aku pun kembali pergi ke taman indah itu lagi. Aku hanya menangis meratapi danau yang begitu tenang. Tiba-tiba handpheku berdering dan ternyata itu telepon dari Doni sedikit terlupakan sejenak penyakit berbahayaku itu. “halo?” kata Doni “iya halo?” jawab aku dengan suara orang habis menangis “kamu kenapa nin? Kamu nangis?” tanya Doni dengan cemas “aku gapapa koq Don. Kamu apa kabar?” tanya aku “serius? Aku baik-baik aja, kamu gimana? Maaf ya beberapa hari ini aku ga kasih kabar ke kamu, aku abis ikut papah ke Semarang, maaf banget ya. Kamu ga marahkan?” kata Doni dengan lembut “iya, oh iya gapapa koq” jawab aku dengan sabar “oiya waktu hasil pemeriksaan RS udah kamu ambil belum? Kamu sakit apa?” tanya Doni denngan penasaran Sejenak ku terdiam aku ragu apa harus ku beri tahu kalau aku telah mengidap penyakit kanker otak Stadium 4 itu, aku tidak mau mebuat Doni cemas, tapi tidak baikjuga kalau aku harus membohonginya. “oh Tuhaaan bagaimana ini?” tanya aku dalam hati. “halo? Nin.. kamu masih disitu kan?” tanya Doni. “iya masih koq” jawab aku sambil nangis, karna tak kuasanya aku menahan air mata ini. “Doni… aku mau kamu temuin aku di taman biasa kita, sekarang juga. Bisa?” tanya aku dengan sedih “oh iyaaa tunggu aku ya” kata Doni *********setelah beberapa saat kemudian Doni pun datang, tiba-tiba ia memelukku dengan mencium keningku sambil berkata “aku kangen sama kamu” kata Doni dengan senyum “aku juga ” jawab aku dengan senyum dan air mata. “oiya kata dokter kamu sakit apa?” tanya Doni “Doni… kalau misalnya aku jawab jujur, kamu harus janji ya” kataku “Janji apa?” tanya Doni “pokonya kamu janji dulu” kataku “oh iya deh siap myNindy” jawab Doni dengan semangat “Doni… dokter bilang aku mengidap penyakit kanker stadium 4” jawab aku dengan air mata yang berlinang dipipiku. Doni hanya terdiam dan menatap wajahku dengan wajah yang sedih “ha? Nindy kamu bohong ya? Jangan bercanda Nin” kata Doni dengan meneteskan air mata. “aku serius don” jawab aku dengan lemas. Kita cari pengobatan mahal ya biar kamu sembuh, aku yakin kamu pasti bisa sembuh, aku yakin kan kamu mau nikah sama aku” kata Doni dengan memaksa “kamu gausah repot-repot Don.. aku tinggal ngitung hari aja koq” jawab aku dengan pasrah “tapi... aku yakin kamu selamanya buat aku” kata Doni dengan memaksa “engga Don…” jawabku, tiba-tiba darah yang keluar dari hidungku menetes lagi. Doni pun cemas ia segera membawaku ke RS terdekat. Setelah beberapa saat aku sempat koma dan malamnya pun aku sadar kembali walau keadaan ku memburuk. Tiba-tiba pada saat aku membuka mata disampingku sudah ada Doni, Rio, dan Nia. Entah apa ang harus ku katakan lagi. Hanya dengan lirikan mata lihat satu persatu wajah mereka yang waktu dulu pernah mebuatku tersenyum bahagia, kupandangi wajah Rio, Rio sosok rekankerja yang sangat baik bagiku, kemudian ku pandangi Nia, Nia adalah sosok sahabat yang begitu setia menemaniku dari aku kecil sampai saat ini, dan yang terakhir ku pandangi wajah Doni, Doni adalah orang yang sangat ku cintai. Dia adalah sosok pria yang hebat dimataku, dia adalah sosok pria yang begitu menjaga wanitanya, dia baik, dia setia, dan dia pahlawan dihidupku. “Nindy… kamu udah sadar?” tanya Doni, dan aku pun hanya terdiam menatap wajah Doni yang penuh kecemasan itu. Aku terdiam menatap wajah Nia yang sudah berlinangan air matanya itu. “Nindy… lo kenapa diem? Ayo dong ngomong, kita disini khawatir banget nih, lo harus kuat Nin, masih ada gue, Doni, Rio! Lo harus berjuang ngadepin penyakit lo itu demi kita” kata Nia sambil menangis “iya Nin… ayolaaaah!!! Mana nih Nindy yang kuat dimata gue?” kata Rio “iya Nindy… kamu harus kuat” kata Doni yang hanya bisa lakukan itu. “Doni…” kataku dengan terbata-bata “iyaaaa” jawab Doni “aku mau tagih janji kamu sekarang, aku mau kamu tepatin janji kamu ke aku di hari ini” kataku “janji apa?” tanya Doni dengan heran “kamu harus janji sama aku kalo kamu mau nikahin Nia didepan mata aku juga. Dan sekarang juga” kataku. Mereka bertigapun terkejut atas permintaan aneh ku ini. “taapi Nin?” kata Nia “gue tau koq Ni lo suka sama Doni dari pertama Doni dateng ke rumah. Jadi plis. Gue mohon. Lo jangan nolak permintaan terakhir gue” kataku dengan lembut tapi memaksa “oke baik aku lakuin ini demi kamu Nindy” kata Doni dengan tegar. Dengan ikhlasnya aku merelakan Doni untuk sahabatku Nia. ********setelah Doni selesai mengucapkan ijab kabul dan Nia sah menjadi istri Doni. tiba-tiba nafasku telah terputus, dan aku akan terlelap tidur untuk selamanya… “Semoga bahagia Doni dan Nia, aku tersenyum disini…….” Quote: merelakan sesuatu yang kita cintai memang berat rasanya, tapi jika ingat kalau sesuatu itu belum milik kita selamanya, ada kalanya kita membagi kepada yang lebih membutuhkan” Karyaku: Fakhrunisa Dini

Valentine Terakhir Untuk Kita Created By Fakhrunisa Dini

Hanya untuk hiburan dan menyadarkan semata. Selamat Membaca Valentine Terakhir Untukk Kita Pada tanggal 13 februari hari itu adalah dimana hari Revi bercanda ria dengan Robi, kedekatan mereka sangat akrab, namun sayang itu adalah kedekatan yang terakhir yang harus diterima oleh Revi dan hubunganya. Revi yang pada saat itu sedang dirawat dirumah sakit karena penyakit DBDnya… Masih tetap di tanggal 13 febrruari tepatnya pada pukul 19.00 malam, malam itu adalah malam dimana Robimengungkapkan kata sayang pada Revi kekasih tercintanya. “sayang aku pulang dulu ya, kamu baik-baik disini. Jangan lupa minum obatnya ya, jangan lupa juga makan, dan berdeoa supaya cepet sembuh, biar bisa main lagi sama aku ” kata Robi denmgan lembut. “iya sayang hati-hati ya ” jawab Revi dengan senmyum manisnya, Robipun merncium kening Revi, dan segera bergegas pulang. Robi melamabaikan tangan pada Revi dengan senyum indah dibibirnya. Setelah beberapa saat kemudian tak lama handphone Revi pun berdering tak sengaja itu adalah SMS dari Robi yang berisi “ILOVEYOU SAYANG, CEPET SEMBUH YA. SELAMAT TIDUR BARBIEKU” Revi hanya tersenyum membaca SMS dari Robi. Jam tepat menunjukkan pukul 20.00 malam, Revi masih terbaring lemas & tak berdaya, ia hanya menatap langit-langit kamar yang ditempatinya. Entah apa yang difikirkan Revi terfadap Robi, ia memiliki firasat buruk tentang Robi. “ya Allah semoga ga terfadi apa-apa sama Robi” tak sengaja ketika dia ingin mengambil segelas air minum gelaspun jatuh tanpa disengaja. Praaaaaaangggg!!! ”Astaghfirullah, ada apa ini? Ya Allah semoga ga ada apa-apa, mungkin karna aku masih lemas” katanya. Kembali lagi ke renunganya, Revi yang sedang memikirkan Robi entah apa yang ia rasa, ia merasakan rindu yang teramat dalam pada Robi “Rob… kira-kira kamu lagi apa ya sekarang? Udah sampe rumah belum ya?” terus- terus kata itu yang diucapkan oleh Revi. Setelah beberapa jam kemudian jam tepat menujukkan pukul 00.00 Revipun termenung menatap handphonenya seolah tak sabar akan ada telepon masuk dari Robi. Kemudian tiba-tiba teleponpun berdering dan IYA!!! Ternyata itu dari Robi. “halo sayang?” kata Robi dengan lembut “iya sayang, kamu udah sampe?” jawab Revi dengan ramah ‘udah koq, kamu lagi ngapain sekarang? Obatnya udah diminum?” tanya Robi “aku lagi nungguin telepon dari kamu, udah koq” jawab Revi “oh… oiya happy Valentine days ya sayang buat hubungan kita, semoga longlast. Semoga juga ini bukan Valentine yang terakhir buat hubungan kita. terus kamu makin sayang deh sama aku, hehe” kata Robi sambil tertawa. “iya sayang happy valentine too, ih kamu ngomong apa sih? iya doong pastinya kamu juga yaaa, jangan pernah tinggalin aku ya ” jawab Revi dengan manjanya. “hehe iya sayang maaf yaaa, oiya kamu bobo sana udah malem banget tauk. Kalo ga akuyang tinggal kamu tidur nih hehe” kat Robi dengan polos “iya sayang ini juga aku udah ngantuk, ih kan aku bilang jangan pernah tinggalin aku” kata Revi “iya iya maaf deh sayangku. Yaudah ya. Assalamualaikum” kata Robi “iya waalaikumslam” jawab Revi. Setelah beberapa saat mereka berbincang. Revi segera bergegas tidur. Diam-diam Robi yang ingin memberi hadiah Valentine untuk Revi, ia berencana untuk memberikan sepasang kalung hati untuk Revi sekaligus ingin melamar Revi. Ke esokkannya… iya!!! Hari itu adalah tepat dipagi valentine yang indah untuk Seluruh pasangan. Revipun terbangun dari tidurnya dengan mata masih terlihat kantuk ia memandangi handphonenya seolah menunggu kabar dari Robi, tapi Robipun tak kunjung memberi kabarnya. Dengan rasa cemas akhirnya Revi menelepon Robi berkali-kali tapi nomor Robipun tak aktif, itu semakin membuat Revi ketakutan atas firasat buruknya tadi malam. “ya Allah Robi kemana sih? Katanya janji mau nemuin aku hari ini?” kata Revi sambil menangis. Tiba-tiba tak disangka ada sebuah SMS masuk yang mengejutkan Revi dan ternyata itu dari Robi yang berisi : “Sayang maaf ya mungkin hari ini adalah hari terakhir untuk hubungan kita, maafin aku kalo selama ini banyak salah sama kamu. Maafin aku juga yang belum bisa bahagiain kamu. Aku udah ga ada lagi disini, tapi mungkin aku ada disisi kamu selamanya. Happy Valentine’s day my last lady. Salam sayang Robi”. Dengan meneteskan banyak air mata Revi menangisi itu semua “ya Allah maksud ini semua apa sih?’ tanya Revi dengan marahnya ia melempar handphonenya. Tak lama kemudian mamanya pun datang dan menghampiri Revi yang sudah terlihat sedih dan kecewa “Astagfirullah Revi kenapa kamu nak?” tanya mama Revi dengan cemas “Robi mah dia mutusin aku” jawab Revi dengan tangisnya. “apah?” sahut mama Revi yang jelas-jelas sudah tahu bahwa Robi baru saja meninggal karena kecelakaan diperjalanan saat ingin menjenguk Revi. “sayaaaaang tenang duluuuu” kata mamah Revi dengan lembutnya. Revi masih tetap menangis. “sayang maafin mama ya, mama mau kasih tau sesuatu sama kamu” kata mama Revi dengan perlahan “apa ma?” jawab Revi “Robi sudah meninggal sejak tadi. ia mengalami kecelakaan saat menuju kesini. Saat ingin menjenguk kamu” kata mama Revi sambil ikut menangis Revi hanya terdiamtaksepatah katapun yang ia keluarkan hanya terdiam dan terlihat sangat shocked. “tadi Nita menitipkan ini pada mama” kata Mama Revi. Mama Revi membawa kado yang masih terlihat indah dan terbungkus cantik dari Robi. Revi pun membukanya. Dan kado itu adalah sepasang kalung hati yang tak ia duga dengan sepucuk surat cinta berwarna merah hati yang berisi : “Happy valentine ya sayang, maaf kalo hadiah yang aku kasih ke kamu bukan berupa hadiah yang mahal harganya. Tapi aku ngasih ininke kamu tulus koq. Setulus sayang aku ke kamu. Jangan lupa dipakai ya kalung hati ini. Kalung hati ini aku persembahkan buat kamu sebagai tanda kalau aku mau melamar kamu.iloveyou Revi……. :*” Revi hanya diam dan menangis setelah melihat kado dan membaca surat dari Robi. Temenung… termenung… dan termenung… yang Revi lakukan saat ini. Kepergian Robi membuat kondisi Revi semakin parah. Akhirnya Revipun pingsan. Keadaan Revi semakin meburuk karna ia merasa pahlawan hati yang selama ini memberi kekuatan padanya telah pergi untuk selamanya. **** 3 hari kemudian kondisi Revi mulai pulih. Relihat perkembangan kesehatan Revi mulai membaik. Dan keesokanya adalah hari dimana Revi harus pulang yang dijemput dengan Robi. Tapi kini ia hanya bersama mamanya. Keesokkan harinya Revipun pulang kembali ke rumah dan melakukan aktifitas sebagai anak kampus biasanya. Setelah beraktifitas normal diam-diam ia mendatangi makam kekasihnya yang 5 hari yang lalu pergi meninggalkan dia. Sesaat sampaidimakan Robi Revi hanya menatap batu nisan Robi dengan senyuman yang disertai air mata yang mebasahi pipinya. Ia menaruh seikat bunga mawar merah dibatu nisan makan Robi. “selamat jalan sayaaaang :”(” Kata Revi dengan tak kuasanya ia menahan tangis… Quote: “Sayangilah orang yang menyayangimu, karna jika ia suatu saat kelak ia tiada akan jauh terasa lebih berharga dibanding ia masih berada disamping kita” Created By: Fakhrunisa Dini twitter : @Dinidindi facebook : Fakhrunisa Dini